Dunia Inspirasi π²t

Semua tentang duniaku dan dunia sekitar yang selalu memberikan inspirasi! hit counter
hit counter Palupi Utami 'pipit'

Buat Lencana Anda
Recent Tweets @palupiutami
Who I Follow

Allahu Akbar..!

Semoga negara lainnya bisa mengikuti..

islamic-quotes:

Dua asking for health

islamic-quotes:

Dua asking for health

islamic-quotes:

I want to be a better Muslim!

khadimulquran:

The Arabic alphabet is so friendly, it even has a smiley face:

islamic-quotes:

Ramadhan is coming

khadimulquran:

Let’s be prepared.:)

Pernikahan visioner —> making UMMAH

khadimulquran:

Let’s be prepared.

:)

Pernikahan visioner —> making UMMAH

u yeah! semangat membina!!
khadimulquran:

Kita tidak sempurna. Suatu masa sebelum kita mengenal tarbiyah, kita serupa dengan keadaan mutarabbi, bahkan mungkin lebih jauh tersasar. Malahan, kinipun masih banyak lompang-lompang yang ada dalam diri kita.Kenanglah apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Jika kita mencintai tarbiyah yang kita lalui, maka kita juga seharusnya mencintai agar nikmat tarbiyah ini juga terasa oleh para mutarabbi yang kita cintai.Lihatlah bagaimana yakinnya baginda Rasulullah s.a.w. terhadap risalah Allah sehingga tetap saja baginda mendakwahi Abu Talib hingga ke akhir nyawanya. Jika kita merasakan mutarabbi kita itu sungguh buruk, sesungguhnya mutarabbi yang telah Rasulullah s.a.w. hadapi jauh lebih buruk. Namun, baginda bahkan jauh lebih sabar terhadap mereka berbanding kita.Jika baginda dizalimi, baginda mendoakan mereka. Tiada kebencian, yang ada hanya cinta dan rasa kasihan, “sesungguhnya mereka kaum yang tidak memahami”. Jika bukan baginda s.a.w., siapa lagi yang ingin kita contohi?Wahai para murabbi, tidakkah engkau sedang merindui para mutarabbimu?Tidakkah engkau ingin sama-sama menuju syurga bersama-sama mereka?Sudahkah engkau mendoakan mereka, yang dengan doa itu membuatkan mereka merasa tenteram?“…Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka…” (At-Taubah:103)Ingatlah, kita bukan menjadikan diri kita raja, jauh lagi sebagai tuhan kepada para mutarabbi. Maka letakkanlah kerendahan hati sebagai sesuatu yang penting dalam berhubungan dengan mereka.Sungguh, kita hanya melaksanakan amanah yang kita yakin akan mengantarkan kita ke syurga. Jika kita lalai, boleh jadi mereka yang lebih layak untuk syurga Allah. Boleh jadi juga suatu hari nanti kita pula yang akan dipimpin oleh mereka. Hormatilah mereka dan penuhilah hak-haknya, dan bertaqwalah kepada Allah.Sudahlah, jangan mengeluh lagi. Bersabarlah, dan kuatkanlah kesabaranmu, sesungguhnya Allah bersama-sama orang yang sabar.

u yeah! semangat membina!!

khadimulquran:

Kita tidak sempurna. Suatu masa sebelum kita mengenal tarbiyah, kita serupa dengan keadaan mutarabbi, bahkan mungkin lebih jauh tersasar. Malahan, kinipun masih banyak lompang-lompang yang ada dalam diri kita.

Kenanglah apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Jika kita mencintai tarbiyah yang kita lalui, maka kita juga seharusnya mencintai agar nikmat tarbiyah ini juga terasa oleh para mutarabbi yang kita cintai.

Lihatlah bagaimana yakinnya baginda Rasulullah s.a.w. terhadap risalah Allah sehingga tetap saja baginda mendakwahi Abu Talib hingga ke akhir nyawanya. Jika kita merasakan mutarabbi kita itu sungguh buruk, sesungguhnya mutarabbi yang telah Rasulullah s.a.w. hadapi jauh lebih buruk. Namun, baginda bahkan jauh lebih sabar terhadap mereka berbanding kita.

Jika baginda dizalimi, baginda mendoakan mereka. Tiada kebencian, yang ada hanya cinta dan rasa kasihan, “sesungguhnya mereka kaum yang tidak memahami”. Jika bukan baginda s.a.w., siapa lagi yang ingin kita contohi?

Wahai para murabbi, tidakkah engkau sedang merindui para mutarabbimu?

Tidakkah engkau ingin sama-sama menuju syurga bersama-sama mereka?

Sudahkah engkau mendoakan mereka, yang dengan doa itu membuatkan mereka merasa tenteram?

“…Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka…” (At-Taubah:103)

Ingatlah, kita bukan menjadikan diri kita raja, jauh lagi sebagai tuhan kepada para mutarabbi. Maka letakkanlah kerendahan hati sebagai sesuatu yang penting dalam berhubungan dengan mereka.

Sungguh, kita hanya melaksanakan amanah yang kita yakin akan mengantarkan kita ke syurga. Jika kita lalai, boleh jadi mereka yang lebih layak untuk syurga Allah. Boleh jadi juga suatu hari nanti kita pula yang akan dipimpin oleh mereka. Hormatilah mereka dan penuhilah hak-haknya, dan bertaqwalah kepada Allah.

Sudahlah, jangan mengeluh lagi. Bersabarlah, dan kuatkanlah kesabaranmu, sesungguhnya Allah bersama-sama orang yang sabar.

khadimulquran:

Don’t try to understand everything..

khadimulquran:

Don’t try to understand everything..

khadimulquran:

PALESTINE will be free… Nice drawing.

khadimulquran:

PALESTINE will be free… Nice drawing.

1 play [Flash 9 is required to listen to audio.]

OST. Hafalan Sholat Delisa

nourelhousna:

Women In Islam


When she is a Mother, Jannah lies under her feet.

When she is a Wife, she completes half of the deen of her husband.

When she is a Daughter, she opens a door of Jannah for her fathers and brothers.

(via khadimulquran)

#muhasabah

Ayo semakin dekat dengan Allah!!